Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Thursday, 17 December 2009

Renungan: bagi Suami Istri & calon Suami Istri.

Buat para Suami & calon Suami...

Renungkanlah...Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia...
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah,
tidaklah setaqwa Aisyah..
pun tidak setabah Fatimah..

Justru..
isterimu hanyalah wanita akhir zaman
yang punya cita-cita menjadi solehah
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama.......
Isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan kamu gembalanya,
Isteri adalah murid kamu mursyidnya,
Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya,
Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya,
seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya,
seandainya isteri tulang yang bengkok berhati-hatilah
meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha kepada Allah swt.

Kamu bukanlah Rasulullah saw?
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh...

AMIN.


Buat para Istri & calon Istri...
Renungkanlah...

Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad saw
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah Ayyub atau pun
Segagah Musa.. apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya
cita-cita
membangun keturunan yang soleh...

Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban
bersama..
Suami menjadi pelindung kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya,
Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton
kenakalannya,
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami bengis lagi lancang sabarlah
memperingatkannya,

Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya
iman dan taqwa,
untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah swt.

Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara....
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah,

AMIN.

Sumber: Unknown

Wednesday, 16 December 2009

HARGA SEMANGKUK BAKMI ? ( memperingati hari Ibu?)

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”, tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, ibuku yang mengandungku 9 bulan penuh harap dan cemas, ibuku yang melahirkanku penuh kesakitan, ibuku merawat dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang, tapi kini aku tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

SEKALI WAKTU, KITA MUNGKIN AKAN SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA ORANG LAIN DISEKITAR KITA UNTUK SUATU PERTOLONGAN KECIL YANG DIBERIKAN KEPADA KITA. TETAPI KEPADA ORANG YANG SANGAT DEKAT DENGAN KITA (KELUARGA) KHUSUSNYA ORANG TUA KITA, KITA HARUS INGAT BAHWA KITA BERTERIMA KASIH KEPADA MEREKA SEUMUR HIDUP KITA.

SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH SAYANG DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/.::.

Friday, 11 December 2009

Cerita, "Roda"

Adakah kebahagiaan yang terlupakan?
Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei....semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

***

Sahabat, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Teman, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!

Terima kasih telah membacanya SAHABAT,,,tetap semangat,
dan semoga bermanfaat,,,

SALAM MOTIVASI !!!

.::.Purwo Sucahyo.::.
(Cerita-Cerita Motivasi)

Saturday, 5 December 2009

Ayah… maaf boleh aku beli waktumu?

Sahabat…., diantara tugas-tugas terberat yang kita rasakan sebagai Ayah dan Ibu adalah bekerjasama untuk mendidik Anak SECARA LANGSUNG agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah, menampilkan keteladanan yang baik selama bersama mereka, memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk mereka, menemani belajar dan bermain mereka, serta mengantar tidur mereka dengan cerita indah penuh hikmah. Inilah kisah untuk kita renungkan bersama bagi kita yang masih berprinsip waktu adalah uang.

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama akan kedatangan ayahnya pulang kerja.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja."

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."

"Tapi, Ayah..."

Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."

"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama satu minggu ini."

"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.

"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.
Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat, air matanya mengalir deras, menyesali segala ketidakberdayaannya.

Sahabat Facebookers Yang disayang Allah, betapa setiap detik kasih sayang Allah telah kita rasakan, sesungguhnya adalah kita diperintah untuk membagi kasih sayang itu kepada orang-orang yang terdekat dengan kita, kepada orang-orang yang kehilangan kasih sayang dan kepada seluruh makhluq di muka Bumi ini, sebagai wujud manifetasi tugas kita sebagai Wakil Allah di muka Bumi.

Sahabat……, andai tugas yang membuat kita menjadi sering meninggalkan buah hati kita, maka jangan sampai lupa disetiap lelah dan dahaga kita terselip do’a untuk sang buah hati kita, terutama disetiap usai kita beribadah dalam bentuk apapun.

.::.http://www.rumah-yatim-indonesia.org.::.

Friday, 4 December 2009

Aku Memilihmu Karena Engkau Manusia Biasa

Aku Memilihmu Karena Engkau Manusia Biasa
Surat lamaran yang terindah
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir, manusiawi lah). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.

Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim.

Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.

Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua di taman rumahnya. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya.

“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan lampu taman.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari duduknya sambil meraih HP disaku bajunya. Ia masuk dalam kamar berlahan dia membuka laci meja riasnya dan kembali ke taman lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.

“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat di atas dideretan paling atas.

“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia Cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.

Kepada Yth

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat
ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya.

Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.

Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya.

Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia.”

“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”

“Maksudnya?”

“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.”

“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita ngobrol rahasia. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udah tidur sana. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

“Gik…”

“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih. * * *

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’.

Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA.

Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan.

Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan.

Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.

Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas: “Cinta tumbuh karena suami/istri( belahan jiwa).”

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.

Amin..::.
(Diposting atas ijin dari artikel kiriman H.Agung RisakSoni)

Thursday, 19 November 2009

Bincang Bisnis & Silaturrahim Pengusaha Muslim Bali

“Ketika kita berbisnis sendiri maka kita berdo’a sendirian untuk kesuksesan bisnis kita. Sungguh dasyat adalah ketika kita menjalankan bisnis secara jama’ah maka mereka semua beserta para keluarganya berdo’a untuk kesuksesan usaha kita”.

Demikian kata indah dari H. Zainal Sania yang disampaikan dalam “Bincang Bisnis dan Silaturrahim Pengusaha Muslim Bali” yang mengambil tema “Peluang Usaha berbasis Bisnis Komunitas”. Event yang digelar di deSurau Restaurant Denpasar atas kerjasama DSM Bali dengan Telkomsel Bali ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan cukup antusias oleh sekitar 70 pengusaha muslim Bali.

H. Zainal Sania, pengusaha muslim yang sudah banyak merasakan asam garam bisnis ini menjelaskan dengan sangat semangat dan gaya yang meledak-ledak setiap pertanyaan yang ‘saya* dan audient lontarkan. (*baca: Alim Mahdi, sebagai moderator).

Sinergi dan kebersamaan adalah kata indah yang syarat dengan makna dan realita. Baik dalam kehidupan bersosial masyarakat maupun dalam aktifitas ekonomi mauapun bisnis. Adapun pengusaha muslim mempunyai banyak peran penting dan andil yang besar dalam perekonomian bangsa dan kehidupan social kemasyarakatan.

H. Zainal Sania banyak memberikan kiat-kiatnya seperti kenapa harus berbisnis komunitas dan segala macam manfaat dan keuntungannya, bagaimana memulai dan me-manage-nya.

Acara ini dipersembahkan dalam rangka Launching T-CASH (Telkomsel Cash) - ZAKAT DSM BALI, Pertama di Indonesia pembayaran zakat berbasis SMS dengan menggunakan digital/virtual money, sehingga transaksi pembayarannyapun secepat SMS.

Hendrat Widjanarko, Branch Manager Telkomsel Denpasar mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu kegunaan praktis T-Cash yang sudah mulai diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu. Saat ini lanjutnya, T-Cash sudah bisa digunakan untuk bertransaksi bisnis di Indomaret dan beberapa merchant lain yang bekerja sama. “Selain praktis, penggunaan T-Cash akan mampu memberikan kenyamanan berbelanja pada konsumen.

Ditambahkan Supervisor New Business Telkomsel Branch Denpasar Suparto, keberadaan T-Cash mampu menekan biaya operasional. Dicontohkannya, lembaga penyalur zakat bisa meminimalkan biaya operasionalnya dan menyalurkan lebih besar lagi zakat untuk mereka yang berhak.

“Saat ini handphone bukan sekedar alat komunikasi tetapi juga sebagai alat transaksi bisnis. Pembelian dan pembayaran secara digital yang bisa dinikmati lewat T-Cash merupakan bentuk transaksi bisnis yang jujur,” jelasnya. Lebih lanjut dia memaparkan bisnis jujur yang dimaksud adalah untuk transaksi dengan nilai satuan pun T-Cash akan tetap menghitung sebesar itu.

*Tentang Launching T-Cash Zakat Dsm Bali bisa dibaca di sini.


.::.Alim Mahdi.::.

Erie Sudewo Raih Social Entrepreneur Award 2009

Erie Sudewo, pendiri sekaligus Dewan Pembina Dompet Dhuafa Republika, menerima anugerah Ernst & Young Entrepreneur of the Year Awards 2009 kategori Social Entrepreneur di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (18/11/09).

Erie, sebagai salah seorang penerima penghargaan Indonesia Entrepreneur of the Year 2009, akan mewakili Indonesia pada acara penghargaan World Entrepreneur of the Year Awards di Monte Carlo pada tahun 2010.

Dalam pesang singkatnya kepada Alhikmahonline.com, Erie menyampaikan rasa syukurnya atas penganugerahan Indonesia Entrepreneur of the Year 2009 ini. Ia pun berharap, semoga apa yang sudah dilakukan, selain dapat bermanfaat juga mampu menuai keberkahan.

Sebelumnya, seperti dikutip Vibizdaily, Ernst & Young umumkan tiga belas nama finalis yang akan diseleksi oleh dewan juri independen, sebagai penerima penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year 2009. Erie Sudewo, termasuk salah satu diantara nominator kategori Social Entrepreneur.
(vib/alhikmahonline)


Friday, 13 November 2009

Dengan "Virtual Money", menjadikan transaksi bisnis secepat SMS

Kamis (27/08/09)-Mewakili DSM Bali saya dan dua rekan menghadiri undangan Telkomsel dalam rangka presentasi produk terbarunya dan kabarnya pertama di Indonesia yaitu “T-Cash” singkatan dari “Telkomsel Cash”. Telkomsel Cash ini adalah uang virtual di mana dengan Telkomsel Cash ini kita tidak perlu membawa uang kas untuk berbelanja di merchant tertentu yang bekerjasama dengan Telkomsel, cukup kita menyebutkan nomer kartu ponsel/HP kita kepada kasir di ‘merchant’ tersebut ketika terjadi proses pembayaran.

Mungkin transaksi via hanphone seperti ini di Indonesia masih baru tetapi sesungguhnya di negara maju seperti Jepang sudah menjadi “lifestyle” dan caranyapun sudah jauh lebih maju. Jikalau pada T-Cash, pelanggan sebelumnya harus mengisi T-Cashnya dulu sebelum digunakan sama seperti beli voucher isi pulsa ponsel, maka di Jepang tidak perlu mengisi kas virtualnya dahulu, tagihan akan muncul bersamaan dengan tagihan bulanan ponsel bulan berikutnya, dan jikalau ponsel prabayar akan langsung mengurangi saldo pulsanya secara otomatis.

Di Indonesia model seperti di jepang masih mendapat banyak kendala terutama dalam hal aturan perbankan khususnya perbedaan nilai uang dengan pulsa apabila dikonversikan. Karena harga pulsa di Indonesia tidak persis sama seperti yang tertulis di nominalnya.
Bagaimanapun ini merupakan kemajuan yang luar biasa, kita tak perlu report membawa uang cash dan tidak perlu mengingat nomor account di bank yang memang susah diingat, cukup sms dan transaksi berlangsung secepat sms. Ke depan layanan ini akan menjadi pesaing sengit bank-bank yang ada sekarang. Jika uang kas dihilangkan dan diganti dengan uang virtual (pulsa telepon) bagaimana dengan nasib perbankan??

Menurut saya tantangan yang sekarang harus dipecahkan dalam mengembangkan aplikasi ini adalah tentang awareness dan merchants. Awareness di sini adalah bagaimana mengedukasi tentang pentingnya dan keunggulan produk T-Cash dan berapa banyak kesediaan merchant sebagai tempat bertransaksi menggunakan uang virtual ini.

BAYAR ZAKAT VIA T-CASH
Jika pembayaran atas pembelian barang yang lain bisa, tentunya untuk pembayaran ZIS (zakat, infak dan shadekah) akan lebih gampang lagi. Muzakki tinggal kirim sms dan akan segera akan mendapat balasan konfirmasi bahwa zakat yang dibayarkan telah diterima oleh amil zakat yang bersangkutan. Dengan metode ini maka akan banyak menekan cost operasional penjemputan zakat.
Jika memang demikian, maka DSM Bali adalah Lembaga Amil Zakat “Pertama” yang memberikan layanan pembayaran ZIS hanya dengan SMS di HP Anda.


.::.Alim Mahdi.::.

Friday, 6 November 2009

Emak Ingin Naik Haji: untuk yang takut naik Haji

Satu lagi Film Islami dengan menyuguhkan cerita yang menggugah dan menginspirasi banget. Film "Emak Ingin Naik Haji" besutan Aditya Gumay ini diangkat dari sebuah cerpen karya Asma Nadia.

Kecintaan seorang anak pada ibunya dan kesabaran seorang Emak akan perjumpaan Rabnya di Baitullah. Sangat realitis dan menggugah. Film ini akan sangat menyentuh bagi orang yang belum punya kesempatan untuk pergi haji dan menginspirasi bagi yang sudah bolak balik ke tanah suci.

Film Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang: Seorang Emak, seorang wanita berusia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue. Ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling. Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik

Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud? Apakah yang dilakukan Zein? Diwarnai berbagai drama yang saling jalin-berkelindan, film ini berkisah tentang ketulusan hati dan kerinduan kepada Tuhan, serta kecintaan luar biasa seorang anak kepada ibunya

Demikian juga Soundtrack film ini cukup hitmat dan pas banget dengan ruh film ini "Pergi Haji" yang dibawakan oleh Haddah Alwi Featuring Ashilla yang juga sempet mengisi Soundtrack Film Garuda Di Dadaku. Ada MP3 nya lho.

Film ini Islami yang luar biasa ini bisa mulai ditonton 12 November mendatang. Dan Trailer film ini bisa download gratis alias free.




.::.Alim Mahdi.::.

Thursday, 29 October 2009

Wow!!! Tifatul Sembiring Hebohkan Pesta Blogger 2009

Di tengah keramaian Pesta Blogger 2009 yang sedang berlangsung, tiba-tiba saja Tifatul Sembiring, sang Menkominfo yang baru muncul. Ia mengungkapkan beberapa patah kata, yang intinya mendukung acara tersebut.

Kemunculan Tifatul tersebut pun langsung menghebohkan Pesta Blogger 2009, seolah dirinya seorang artis baru yang laris dikerumuni massa. Menkominfo yang baru menjabat tersebut dikerubuti oleh para blogger dan jurnalis.

“Seorang blogger yang jadi Menkominfo, @tifsembiring akun twitter saya,” ujarnya dalam sambutan PB 2009 bertempat di SMESCO building Jakarta, (24/10/2009) . Ucapan Tifatul tersebut yang seolah menegaskan dirinya sudah akrab dengan dunia blogger, langsung disambut meriah para blogger yang hadir.

Dalam sambutannya, Tifatul mengatakan rasa bangganya bisa menghadiri PB ini. Ia juga melihat bahwa jumlah blogger di Indonesia kini terus meningkat, melebihi 1 juta orang.

Namun di sisi lain, ia juga menghimbau kepada rekan blogger agar bisa menjaga kebebasan yang bertanggung jawab. “Saya sebagai menkominfo, sangat berharap kerja sama dari semua pihak agar makin memperkokoh karakter bangsa,” ujarnya.

Terkait hal ini, Tifatul juga merasa optimis dengan perkembangan ICT Indonesia ke depannya. ” Saya optimis, termasuk beberapa orang yang mengkritik saya, terimakasih atas kritikannya,” tandasnya penuh tawa.

Di akhir sambutan ia memberi sebuah pantun. “Siapa berkata kasar, banyak orang
menjadi gusar. Siapa berkata lembut, banyak orang menjadi pengikut,” ucapnya.::.

(Ditulis oleh Dedhy Kasamuddin)

Thursday, 22 October 2009

Daftar Kabinet 2009-2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini mengumumkan secara resmi susunan kabinet 2009-2014. Berikut nama para menteri.

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri:Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie

22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta,
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar,
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan,
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng


.::.Alim Mahdi.::.

Monday, 12 October 2009

Terjun Langsung ke SUMBAR

DSM Bali langsung menyalurkan bantuan untuk Korban Gempa di Sumbar, untuk itu saya sendiri mewakili DSM Bali ke SUMBAR untuk mengemban amanah ini.

Hari Ahad, 11 Oktober 2009,tiba di Padang dan telah bergabung di Posko "Disaster Management Unit" Dompet Dhuafa di kantor DD Singgalang Jl. Pasir Putih - Padang. Hadir dan bergabung jejaring Dompet Dhuafa dari beberapa kota di Indonesia: DD Bandung, DD Kaltim, DD Aceh, DD Jogja, DD Jatim, DSIM Palembang, RBP Banjar, DPU Kalbar, DSIN Batam, DASI NTB dan DSM Bali.

ari pertama akan diadakan aksi turun langsung ke daerah gempa di Padang Pariaman dengan mendirikan Layanan Kesehatan dan Sekolah Ceria.

Dalam kesempatan ini DSM Bali akan menyalurkan langsung dana bantuan masyarakat Bali yang sangat antusias untuk meringankan beban saudaranya yang tertimpa bencana di Sumbar. Beberapa ormas, lembaga yang mendirikan posko dan mengumpulkan bantuan dari masyarakat bali antara lain: MUI Bali, FORMAD, FPMI, SALIMAH, R2C, PII.


.::.Alim Mahdi.::.

Tuesday, 29 September 2009

Penyakit Perempuan Yang Tidak Berjilbab


Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)

Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah).

Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusak-nya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.

Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam pers-pektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???

(Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad).::.

Tuesday, 15 September 2009

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya. Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ?

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi

Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Wallahua’lam

.::.by maramis setiawan
.::.

Friday, 11 September 2009

Mudik Tidak Kembali

Tradisi mudik di Indonesia adalah urusan yang sangat besar dan sangat menyibukkan. Tidak tanggung-tanggung pemerintah harus menyiapkan dan menjamin kelancaran arus mudik lebaran, dari tentang armada atau angkutan lebaran sampai ke urusan stabilitas sembako. Begitupun para media televisi tidak ketinggalan tiap waktu menyiarkan arus mudik ini.

Tradisi mudik dalam arti silaturahim sangat positif. Karena di sinilah kita bisa berkunjung dan menyambung silaturrahim dengan orangtua, sanak saudara, kerabat dan handai taulan di kampung halaman. Mereka saling mengunjungi dan bermaaf-maafan. Bisa kita bayangkan apabila tidak ada lebaran dan tradisi mudik, berapa banyak orang yang kehilangan sanak keluarga karena tidak pernah bertemu dan saling silaturrahim.

Mudik dan silaturrahim bersama keluarga, orangtua dan handaitaulan adalah kebutuhan yang manusiawi. Silaturahim dan menyambung hubungan persaudaraan adalah perintah agama. Walaupun silaturrahim dan saling memaafkan tidak harus dilakukan di Hari Raya saja, tapi di hari-hari lainpun bisa dilakukan.

Yang perlu diingata ketika ktia mudik adalah persiapan bekal. Supaya lancar sampai tujuan maka bekal tersebut perlu disiapkan sebaik - baiknya.


Mudik Tidak Kembali
Berbicara tentang mudik, maka kita teringat dengan peristiwa mudik yang akan dialami oleh setiap orang. Setiap orang pasti akan mengalami mudik yang seperti ini bahkan banyak dari kita telah mudik mendahului kita. Mudik yang harus kita lakukan. Tidak peduli kita kaya atau miskin, baik terpaksa mauapun tidak, punya bekal ataupun tidak, hanya menunggu waktu saja.

Yaitu Mudik ke kampung halaman yang abadi. Mudik yang tidak pernah kembali karena disanalah tempat abadi kita. Mudik Ke kampung halaman yang abadi yaitu Kampung Akhirat. Ya, karena kematian akan menjemput kita, pasti menjemput kita. Itulah mudik yang sebenarnya.

“Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudian kamu semua akan dikembalikan ke Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib serta yang nyata.” (QS. Jum'ah:8).

Rasulullah saw bersabda:
عن ابي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صل الله عليه وسلم : اكثروا ذكر هاذم اللذات : الموت

Rasulullah telah memberitahu kita “Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan yaitu kematian”. Jika mudik di dunia saja perlu mempersiapkan bekal apalagi mudik ke kampung akhirat yang jauh sekali.

Rasulullah Saw bersabda : “Tidak akan bergerak telapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang LIMA perkara; UMURNYA untuk apa dihabiskannya, MASA MUDANYA kemana dipergunakannya, HARTANYA DARIMANA ia memperolehnya dan ke MANA dibelanjakannya, dan ILMUNYA sejauh mana pengamalannya” (HR. Turmudzi).

Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk hari akhirat kita? Tentu berbeda, bekal untuk persiapan HARI TUA dengan bekal untuk persiapan di HARI AKHIRAT. Ternyata memang benar bahwa: “MEMPERSIAPKAN BEKAL KEMATIAN LEBIH PENTING DARIPADA MEMPERSIAPKAN HARI TUA” yang belum tentu kita akan sampai pada usia hari tua itu.

Sudah Siapkah Kita?
Allah banyak sekali mengingatkan kita tentang orang yang menyesal karena saat kematian tiba bekal yang dibawanya merasa tidak cukup dan merengek kepada Allah supaya jangan dulu dimatikan atau dikembalikan lagi ke dunia.

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS.: Al-Munafiqun [63] ayat 10).

Pesan Rasulullah: ”Cukuplah kematian itu sebagai penasehat”. Karena itu orang yang cerdas menurut ibnu mas’ud adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan orang yang paling bagus menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian. Wallau’alam.

Monday, 7 September 2009

Free Animasi Flash: Logo


Banner LOGO: DSM Bali (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:

______________________________________________________________

Banner LOGO: DISINFOLAHTAD (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Universitas Negeri Padang - UNP (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:

______________________________________________________________
Banner LOGO: Banner Halal MUI (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Peduli Produk Halal (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Banner Logo MUI (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Majelis Ulama Indonesia Muter (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Bali Blogger Community (BBC) Globe (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: BBC Kecil Muter (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: HUT RI ke 46 (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: PKS Drive-8 (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner Link: SEPUTAR BALI(SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Nadhlatul Ulama (NU)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Logo Nadhlatul Ulama (NU) Muter (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Logo Muhammadiyah (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Muhammadiyah Muter (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: Pro Delapan - Banyuwangi (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: FKMM Manggala - Makasar (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Jika ada yang tidak kesesuaian warna, bentuk Logo mohon dikoreksi! Jazakallah Khoir...
______________________________________________________________
Banner LOGO: UNISMA Malang (SWF)


Copy code di bawah ini:


Banner LOGO: SDIT ADZKIAH (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


.::.
Anda tidak perlu repot memikirkan membuat code-codenya. Anda tinggal copy codenya dan paste ke elemen html widget blog anda maupun dalam postingan artikel anda. Gampang kan...

Nantikan banner cantik berikutnya. Dan terima kasih atas kunjungannya.

BAGAIMANA CARA MEMASANGNYA?
Anda bisa memasang Banner tersebut di blog Anda, baik dipostingan maupun di widget/gadget blog Anda.

Caranya, dengan copy code/script di atas. Kemudian Add Element/Add Gadget pilih TEKS atau HTML, kemudian paste code/script yang telah Anda copy tadi.

MENGATUR UKURAN DAN WARNA BACKGROUND?
Apabila ukuran animasi kurang pas dengan tampilan blog Anda. Maka ukuran bisa Anda sesuaikan dengan merubah ukuran panjang dan lebarnya, yaitu width dan height pada code/scriptnya.
Contoh : width="500" height="125". Adalah ukuran dengan Lebar=500px, dan tingi=125px rubah angka tersebut (warna merah) sesuai ukuran Anda, heiii... ukuran blog Anda maksudnya.

Warna background dapat Anda rubah sesuai warna background blog Anda. Kode yang menunjukkan warna background adalah "wmode". Contoh: wmode="transparent". Berarti warna background bannernya transparan. Rubah sesuai selera anda misalnya wmode="black'atau wmode="green" bisa juga seperti ini: wmode="#ffffff".

Selamat Mencoba! Dan terima kasih atas kunjungannya...


Saturday, 5 September 2009

Tangisan di sudut pasar Madinah Al-Munawarah

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.


.::.Alim Mahdi.::.

Wednesday, 2 September 2009

Tolong Doakan..., Nanti Saya akan Bersedekah!

Inilah sifat kebanyakan manusia, bila ada kesulitan ia mendekati Allah, namun bila dalam kelapangan, ia sering lalai dan lupa.

Malam itu di sebuah pesantren yatim-piatu Jawa Timur datanglah seorang pengusaha untuk bersilaturahmi ke kyai pengasuh pesantren. Ada sebuah hajat milik pengusaha yang ingin dibagi dengan pak kyai. Maka berlangsunglah pembicaraan antara keduanya

"Pak kyai, saya datang ke sini mau minta doa agar hajat saya dikabul oleh Allah Swt." ujar si pengusaha.

"Memangnya saudara sedang punya hajat apa?" tanya pak kyai ringan.

"Begini pak kyai..., saya ini punya usaha di bidang migas. Saya sedang ikut tender di Caltex Riau (sekarang perusahaan ini bernama Chevron). Doakan agar saya bisa menang tender...!"jelas si pengusaha.

"Mmmmm...." pak kyai hanya bergumam tanpa sedikitpun memberi tanggapan.

Entah apa gerangan, mungkin untuk meyakinkan pak kyai tiba-tiba si pengusaha menambahkan, "Tolong doakan saya dalam tender ini pak Kyai, insya Allah andai saya menang tender, pasti saya akan bersedekah ke pesantren ini!"

Dahi pak kyai berkernyit mendengarnya. Raut muka beliau terlihat seperti agak tersinggung dengan pernyataan si pengusaha.

Pak Kyai sudah mengerti benar dengan watak manusia kebanyakan. Bila mereka punya hajat atau masalah, banyak sekali yang datang untuk minta doa dengan janji ini & itu. Namun saat diberi Allah kelapangan, jarang sekali batang hidungnya terlihat di pesantren.

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17 : 83)

Menanggapi pernyataan si pengusaha, pak Kyai yang asli Madura bertanya, "Sampeyan hapal surat Al Fatihah...?!" Si pengusaha menjawab bahwa ia hapal.

"Tolong bacakan surat Al Fatihah itu!" pinta kyai.

"Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al Fatihah?!" tanya si pengusaha." "Sudah baca saja... Saya mau dengar!" tukas kyai.

Maka sang pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Al Quran.

"Bismillahirrahmanirrahim..... Alhamdulillahi rabbil alamiin... Ar rahmaanir rahiim... Maliki yaumiddiin... Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin..."

"Sudah-sudah cukup..., Berhenti sampai di situ!" pinta pak kyai.

Si pengusaha pun menghentikan bacaan.

"Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya?!" tanya pak kyai.

"IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IIN..., pak Kyai?" tanya si pengusaha menegaskan.

"Ya, yang itu!" jawab kyai.

"Oh itu saya sudah tahu artinya... KEPADA-MU YA ALLAH KAMI MENGABDI... KEPADA-MU YA ALLAH KAMI MEMOHON PERTOLONGAN!"tandas si pengusaha.

Pak Kyai lalu berujar enteng, "Oh, rupanya masih sama Al Fatihah sampeyan dengan saya punya!"

Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya. "Maksud pak kyai...?!" tanya si pengusaha heran.

"Saya kira Al Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi IYYAKA NASTA'IIN WA IYYAKA NA'BUDU!" jawab pak kyai.

Si pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai, ia pun berkata, "Saya masih belum mengerti pak Kyai!"

Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, beliau pun menjelaskan, "Tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah ke pesantren ini. Menurut saya itu mah IYYAKA NASTA'IIN WA IYYAKA NA'BUDU. Kalau Al Fatihah sampeyan gak terbalik, pasti sampeyan sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender!"

Deggg!!! Keras sekali smash sindiran menghujam jantung hati si pengusaha. Malu terasa bagi si pengusaha. Rupanya kalimat janji si pengusaha begitu mudah dipatahkan sang kyai. Tak lama berselang, si pengusaha pun pamit pulang sebab malu.

***

Ba'da Zuhur esok harinya, hape pak kyai berdering. Rupanya di seberang sana pengusaha tadi malam datang menelpon. Ada kalimat singkat yang ia ucapkan ke pak kyai, "Mohon dicek pak kyai, saya barusan sudah transfer ke rekening pesantren." telpon itu pun ditutup. Sejurus kemudian pak kyai pergi menuju bank dengan membawa buku tabungan.

Buku tabungan pak kyai baru saja dicetak oleh teller bank. Lajur-lajur debet kredit dan saldo di buku tersebut terlihat sempit bagi jumlah yang ditransfer.

Mata pak kyai terbelalak melihat angka yang amat panjang. Terlihat di sana ada angka 2 dan deretan angka 0 yang amat panjang. Hingga pak kyai merasa sulit memastikan berapakah sebenarnya angka yang ditransfer oleh si pengusaha. Pak kyai pun bertanya kepada teller bank, "Mbak, tolong bantu saya berapa dana yang ditransfer ke rekening saya ini?"

Usai melihat buku tabungan itu sang teller berujar, "Ini nilainya 200 juta, pak kyai!"

Mendengar penuturan teller bank maka mata pak kyai menjadi berbinar. Berulang kali ucapan hamdalah terdengar dari lisannya. Segera beliau pulang ke pesantren.

Malam itu sehabis maghrib pak kyai mengumpulkan seluruh ustadz dan santri di pesantren yatim itu.

Mereka membaca Al Quran, dzikir & doa yang panjang untuk hajat yang ingin dicapai oleh sang pengusaha.

Rupanya, panjang-pendek doa yang orang lain bacakan tergantung dari besar-kecil sedekah yang kita berikan.

Arsy Allah Swt malam itu mungkin bergetar. Pintu-pintu langit mungkin terbuka. Sebab doa yang dipanjatkan oleh pak kyai & para santri yatim.

Tidak sampai satu minggu berselang sang pengusaha menelpon pak kyai dengan nada penuh kegirangan.

"Pak kyai, saya ingin mengucapkan terima kasih atas doanya tempo hari. Alhamdulillah, baru saja saya mendapat kabar bahwa perusahaan saya menang tender dengan nilai proyek yang cukup besar!!!"

Pak kyai turut bersyukur kepada Allah Swt mendengar berita gembira ini, lalu beliau bertanya, "Memangnya berapa nilai tender yang didapat?!"

Dengan cepat dan tegas pengusaha itu berkata, "Alhamdulillah, nilainya Rp 9,8 milyar!!!"

Subhanallah...., sebegitu cepat & besar balasan Allah yang diterima pengusaha itu. 48 kali lipat mampu Allah wujudkan untuk si pengusaha atas sedekah yang ia berikan. Dan Allah Maha luas rahmatNya untuk membalas lebih dari itu.

Mengabdilah kepada-Nya lalu mintalah pertolongan dari-Nya! Siapa yang banyak mengabdi kepada-Nya maka akan banyak mendapat pertolongan-Nya.

.::.
Cahaya Langit,

Ust. Bobby Herwibowo
Dewan Syariah Dompet Dhuafa
.::.
Salurkan Kepedulian anda untuk menjemput Rezeki Allah
Rekening rekening ZAKAT LAZ DSM BALI :
# BSM NO. 085-000-8770 (a.n Yayasan DSM BALI )
# BCA NO. 049-1616-121 (a.n Yayasan DSM BALI )
# BMI NO. 751-000-1115 (a.n Yayasan DSM BALI )
# MANDIRI NO. 145-00-0128076-3 (A.N. cq Saifuzzuhri)

Rekening rekening INFAQ SHODAQOH LAZ DSM BALI :

# BSM NO. 085-000-8783 (a.n Yayasan DSM BALI )
# BCA NO. 049-1616-171 (a.n Yayasan DSM BALI )
# BMI NO. 751-000-1215 (a.n Yayasan DSM BALI )
# MANDIRI NO. 145-00-0461978-5 (a.n. cq Alim Mahdi)

Tuesday, 1 September 2009

Ramadhan adalah bulan Solidaritas dan Peduli

Di Bali pemerintah menghadapi penduduk miskin sebanyak 181.700 orang yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali hingga Maret 2009. Artinya gemerlap dan kemolekan Bali dengan ‘kemashuran’ tempat wisatanya tidak lepas dari fenomena sosial ini. Katanya pemerintah daerah telah berupaya mempercepat pengurangan angka kemiskinan dengan berbagai upaya dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat kurang mampu.

Nabi Yusuf as ketika menduduki jabatan teras di bidang logistik di pemerintahan, beliau selalu menjalani puasa dan membiasakan diri lapar. Ditanyakan kepadanya, ''Mengapa Tuan berlapar-lapar, sedangkan tuan memegang gudang-gudang kekayaan bumi?'' Utusan Allah yang diberikan wajah tampan ini menjawab, ''Aku khawatir, jika aku kenyang akan melupakan orang-orang yang lapar.''

Saudaraku, sekarang kita berada di dalamnya bulan ramadhan. Dalam khutbah yang panjang menjelang masuk bulan Ramadhan, Rasulullah saw menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas dan peduli, seperti petikan sabdanya:

وَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ
(Bulan Ramadhan) adalah bulan muwasat; yaitu bulan solidaritas dan peduli.

Secara etimologi arti solidaritas adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Solidaritas salah satu bagian dari nilai Islam yang humanistik-transendental. Wacana solidaritas bersipat kemanusiaan dan mengandung nilai adiluhung, tidaklah aneh kalau solidaritas ini merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi !. Memang mudah mengucapkan kata solidaritas tetapi kenyataannya dalam kehidupan manusia sangat jauh sekali.

Dan keshalehan sosial ini bisa diukur dengan parameter orang bersangkutan berbuat amal shaleh dan proyek kebaikan lainnya. Karena iman dan amal menjadi mata rantai yang harus sinergis, oleh karena itu keduanya tampil menjadi mainstream dalam sebuah perubahan sosial. Akan sulit kiranya, sebuah perubahan jika iman hanya disandarkan pada keshalehan vertikal (mahdhah) tanpa dibarengi dengan keshalehan sosial (amal shleh) yang lebih memihak kepada persoalan kemanusiaan.

Tentang nilai kebaikan solidaritas ini Allah SWT berfirman dalam Al-Quran berbunyi:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. Al-Maidah: 2).

Inilah pondasi nilai Islam yang merupakan sistem sosial, dimana dengannya martabat manusia terjaga, begitu juga akan mendatangkan kebaikan bagi pribadi, masyarakat dan kemanusiaan tanpa membedakan suku, bahasa dan agama.

Bulan Ramadhan adalah bulan muwasah dalam arti peduli. Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama kasih sayang. Tanpa adanya kepedulian tidak mungkin terdapat rasa kasih dan sayang pada seseorang. Adapun yang dimaksud dengan Kepedulian adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan kesanggupan untuk turut merasakan perasaan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain (empati).

Setiap manusia pada dasarnya diberikan kecintaan terhadap harta benda sebagai bagian dari naluri mempertahankan diri. Kecintaan ini memicu lahirnya sikap bakhil (pelit dan kikir) serta individualis, mementingan diri sendiri dan enggan berbagi. Salah satu hikmah dan rahasia berpuasa adalah memupuk solidaritas, persamaan derajat, kasih sayang, tepa selira, kepedulian sesama dan kesetiakawanan sosial. Dengan hikmah dan rahasia puasa ini, manusia dilatih agar dapat meminimalisasi sikap bakhil dan individualis yang ada dalam dirinya sehingga dia mau berbagi dengan orang lain. Dengan puasa, orang akan merasakan betapa sakit dan perihnya menahan lapar, padahal itu hanya sementara waktu. Perasaan ini akan mengingatkan mereka kepada sebagian saudaranya yang dhuafa yang senantiasa merasakan lapar dan dahaga sepanjang waktu.

Aksi praktik langsung solidaritas sosial yang umumya dilakukan pada waktu bulan puasa diantaranya adalah :
1. Memberikan makanan berbuka kepada orang – orang berpuasa
2. Memberikan zakat fitrah
3. Memperbanyak sedekah
4. Menyegerakan zakat maal
5. Mmembayar fidyah bagi orang – orang yang tidak mampu menjalankan puasa

Atas dasar inilah, semestinya dengan puasa keberadaan kaum dhuafa yang penting ini lebih diperhatikan dengan menumbuhkan sikap peduli, belas kasih, solidaritas, setia kawan, dan semacamnya untuk mengangkat dan mengentaskannya dari kemiskinan. Dengan kepedulian ini diharapkan akan mampu mengurangi kesenjangan atau gap yang kian hari kian terbuka lebar antara kaum borjuis dan proletar. Bila kepedulian sesama manusia ini sudah tumbuh dan terjalin serasi maka keadilan, kemakmuran, dan kemajuan optimis dapat tercapai.

Diantara yang termasuk Muwasah adalah:
1. Mendoakan kaum muslimin
2. Bersilaturahmi.
3. Solidaritas dalam Perlawanan, yaitu kewajiban kaum Muslimin membela agama dan negaranya dan juga memperjuangkan nasib kaum atau bangsa yang mengalami penderitaan dan kesusahan; yang dilakukan dengan memberikan perhatian, bantuan dan uluran tangan.

Karena umat Islam seumpama satu jasad, jika satu anggota mengaduh rasa sakit seluruh tubuh akan merasa demam.


.::.Alim Mahdi.::.