Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Thursday, 29 January 2009

Yusuf Islam Buat Lagu untuk Gaza

"Setelah Michael Heart, penyanyi Britain Cat Stevens yang setelah masuk Islam lebih dikenal dengan nama Yusuf Islam juga mengeluarkan sebuah lagu berjudul "The Day the World Gets Around" yang dipersembahkan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Bedanya dengan Heart yang membebaskan lagu tersebut didownload dan dipakai oleh setiap orang, Steven mengeluarkan lagu yang dinyanyikannya itu untuk amal, di mana semua keuntungan penjualan lagu tersebut akan diserahkan untuk membantu warga Gaza yang menderita akibat kempen brutal tentera Zionis Israel.

"Saya harap rekaman ini akan membantu mengingatkan kita akan cinta, perdamaian dan kebahagiaan. Semuanya itu sangat mungkin tercipta ketika kita menyedari betapa tidak bergunanya perang dan prasangka buruk," kata Yusuf Islam dalam laman rasminya.

Lagu "The Day the World Gets Around" pertama kali direkam oleh George Harrison, salah satu anggota The Beatles. Yusuf Islam merekam dan menyanyikan kembali lagu itu bersama Klaus Voorman, pemain bass yang dikenal sebagai anggota The Beatles yang kelima.

Mereka yang berminat untuk mendengarkan lagu ini, boleh mendengarnyanya dengan dikenai bayaran dengan harga yang beragam di http://www.jamalrec ords.com/ cgi-bin/commerce .cgi?display= home. Wang hasil penjualan lagu ini akan disalurkan melalui United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), organisasi bantuan PBB untuk pelarian Palestin dan melalui organisasi Save the Children. UNRWA dalam pernyataannya mengatakan, dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan bantuan bagi anak-anak dan keluarga di Jalur Gaza. (ln/aby)

Oleh: Faruqi. Dari : DarulBayan

Sumber Penerimaan Negara pada Awal Islam

Sumber-sumber penerimaan negara Madinah antara lain berasal dari zakat, khums, jizyah, kharaj, dan sumber-sumber penerimaan lain. Sementara pengeluaran pemerintah meliputi biaya perang, santunan terhadapa orang-orang yang membutuhkan, dan sebagainya. Untuk mengelola perbendaharaan negara didirikan Bayt al-Mal (semacam kantor kas negara).

Zakat

Sumber penerimaan utama negara pada masa awal Islam adalah zakat. Zakat yang dikumpulkan berbentuk uang tunai (dirham dan dinar), hasil pertanian, dan binatang ternak.

Zakat yang pertama diwajibkan adalah zakat fitrah sejak tahun kedua Hijrah. Zakat fitrah tersebut diwajibkan setiap bulan Ramadhan. Besarnya satu sha’ kurma, tepung keju, atau kismis, atau setengah sha’ gandum untuk muslim, budak dan orang bebas, laki-laki dan perempuan, muda atau tua, dan dibayar sebelum sholat Hari Raya Idul Fitri.

Pada masa sebelumnya (periode Makkah) dan pada awal hijrah, pendapatan umat Islam masih sangat sedikit. Pada masa ini pembayaran zakat hanya bersifat himbauan. Menurut salah satu riwayat, zakat harta mulai diwajibkan pada tahun kesembilan hijrah, dan menurut riwayat lain adalah tahun kelima hijrah. Ada pula yang berpendapat bahwa zakat telah diwajibkan pada periode Makkah.

Rasulullah Saw menetapkan jenis-jenis harta yang dikenakan zakat, tarif zakat, pengelolaan dan pendistribusiannya. Jenis-jenis harta yang dikenakan zakat terkait dengan sumber-sumber mata pencarian masyarakat waktu itu seperti dari sektor peternakan (unta, kambing), pertanian (gandum, buah, dan biji-bijian), harta perniagaan, barang tambang, mata uang (emas dan perak), dan harta temuan (rikaz). Dan masing-masing jenis harta tersebut dikeluarkan tarif yang berbeda.

Sebagian bagian dari penegakan kebijakan fiskal, Muhammad SAW mengirim sejumlah sahabat ke berbagai kabilah untuk mengumpulkan zakat mereka. Kepada orang-orang Arab yang masih bertahan dengan tradisi jahiliyah mereka diwajibkan membayar kharaj (pajak tanah). Di antara mereka ada yang menolak membayar dan berniat menghalang-halangi utusan yang dikirim Muhammad SAW seperti Bani Tamim dan Bani Mushtaliq. Rasulullah Saw kemudian mengirim pasukan yang menyebabkan mereka melarikan diri.

Khums
Sumber pendapatan lain adalah khums sebagaimana diatur dalam QS. Al Anfal (9) yang mengatur tentang pembagian rampasan perang dan menyatakan bahwa seperlima dari harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul-Nya (untuk negara an digunakan untuk kesejahteraan umum), dan untuk kerabat Rasul, anak yatim, orang yang membutuhkan dan orang yang sedang dalam perjalanan (QS. Al-Hjir (18): 41.

Rasulullah SAW biasanya membagi khums menjadi tiga bagian: bagian pertama, untuk dirinya dan keluarganya; bagian kedua, untuk kerabatnya; dan bagian ketiga untuk anak yatim piatu, orang yang membutuhkan, dan orang sedang dalam perjalanan. Empat perlima bagian yang lain dibagikan kepada para prajurit yang ikut dalam perang. Penunggang kuda mendapat dua bagian (untuk dirinya dan kudanya). Pasukan pejalan kaki juga mendapat bagiannya.

Jizyah
Jizyah adalah penerimaan negara yang dibayarkan oleh warna non-Muslim khususnya Ahli Kitab untuk jaminan perlindungan jiwa, properti, ibadah, dan bebas dari kewajiban militer. Pada masa Rasulullah SAW besarnya jizyah adalah satu dinar per tahun untuk orang dewasa kaum laki-laki yang mampu membayarnya.

Perempuan, anak-anak, pengemis, pendeta, orang lanjut usia, orang gila, dan orang yang menderita sakit dibebaskan dari kewajiban ini. Pembayarannya tidak harus berupa uang tunai, tetapi dapat juga berupa barang atu jasa. Sistem ini berlangsung hingga masa Khalifah Harun Al-Rasyid (170 – 193 H).

Kelompok non-Muslim yang pertama kali yang setuju membayar jizyah kepada Rasulullah SAW adalah kaum Kristen Najran. Kemudian Rasulullah SAW juga mengumpulkan jizyah dari masyarakat Bahrain yang menganut paham Zoroasterisme.

Jumlah jizyah sama dengan jumlah minimum zakat yang dibayarkan oleh muslim, karena nisab zakat saat itu setara dengan 400 dirham atau 40 dinar dan zakatnya sebesar 10 dirham atau 1 dinar per tahun. Selain jizyah kamum non muslim tidak dikenakan pajak, kecuali apabila mereka mempunyai lahan pertanian.

Kharaj
Pada tahun ketujuh Hijrah, kaum muslim berhasil menaklukan Khaibar. Penduduk khaibar diharuskan menyerahkan setengah dari hasil pertanian mereka kepada Rasulullah SAW yang digunakan untuk kepentingan umum. Hal ini berlangsung terus selama kepemimpinan Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Pajak inilah yang kemudian dikenal dengan istilah kharaj atau pajak tanah.

Kharaj merujuk pada pendapatan yang diperoleh dari biaya sewa atas tanah pertanian dan hutang milik umat. Jika tanah yang diolah dan kebun buah-buahan yang dimiliki non-Muslim jatuh ke tangan orang Islam akibat kalah perang, aset tersebut menjadi bagian kekayaan publik umat. Karena itu, siapapun yang ingin mengolah lahan tersebut harus membayar sewa. Pendapatan dari sewa inilah yang termasuk dalam lingkup kharaj. Jika orang non muslim yang mempunyai perjanjian damai dan tanah tetap sebagai miliknya maka membayar kharaj sebagai pajak bukan sewa. Jika tanah tersebut jatuh menjadi milik orang muslim, maka kharajnya sebagai ongkos sewa atas tanah terebut.

Sumber Penerimaan Lain
Sumber penerimaan negara lainnya adalah dari ‘Usyr, yaitu bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang, dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku terhadap barang yang nilainya lebih dari 200 dirham. Tingakt bea orang-orang yang dilingungi (zinmi) adalah 5% dan pedagang muslim 2,5%. Hal ini juga terjadi di Arab sebelum masa Islam, terutama di Makkah sebagai pusat perdagangan regional terbesar.

Sumber lain juga dari tebusan tawanan perang. Misalnya pada perang Badar, kaum musyrik yang tertawan besar tebusan rata-rata 400 dirham untuk setiap tawanan. Tawanan yang miskin dan tidak bisa membayar jumlah tersebut diminta untuk mengajar membaca sepuluh orang anak muslim.

Disamping itu ada sumber-sumber penerimaan sukender lainnya, yaitu: pinjaman, rikaz (harta karun), amwal al-fahla (peninggalan tanpa ahli waris), wakaf, nawa’ib (pajak yang cukup besar untuk kaum muslim yang kaya dalam masa darurat), shadaqah, qurban dan kaffarat (denda atas pelanggaran dalam ibadah). Wallahu’alam.

Demikian Sumber – sumber penerimaan negara pada awal Islam yang saya sampaikan dalam kultum apel pagi amil DSM Bali di ruangan saya hari ini. Tulisan ini saya ambil dari buku Muhammad SAW - The Super Leader Super Manager – tulisan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. (Nio Gwan Chung). Semoga bermanfaat. Amin.

Tabel: Ekspedisi Pemungutan Zakat*
No. Nama Utusan Tujuan Ekspedisi
1 Uyainah bin Hish Bani Tamim
2 Yazid bin al-Hish Aslam dan Ghifar
3 Abbad bin Bisyir al-Asyhali Sulaim dan Muzainah
4 Rafi’ bin Mukaits Juhainah
5 Amru bin al-Ash Bani Fazarah
6 Adh-Dhahak bin Sufyan Bani Kilab
7 Basyar bin Sufyan Bani Kaab
8 Ibnul Latbiyyah al-Azdi Bani Zibyan
9 Al-Muhajir bin Umayyah Shan’a
10 Ziyad bin Labib Hadramaut
11 Adi bin Hatim Thai’ dan Bani Asad
12 Malik bin Nuwairah Bani Ganzalah
13 Qois bin Ashim Bani Sa’d
14 Al-ala’ bin al-Khidir Bahrain
15 Ali bin Abi Thalib Najran
*Sumber : Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (hal.197)


Wednesday, 28 January 2009

Abu Marzuq: Hamas Akan Hadapi Tank Israel di Luar Gaza

Damaskus – Infopalestina: Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr . Musa Abu Marzuq mengatakan gerakannya sudah siap untuk perang sejak musim panas tahun lalu. Untuk perang yang akan datang, Hamas akan menghadapi tank-tank Zionis Israel di luar Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan Abu Marzuq dalam orasi di kamp pengungsi Palestina Yarmuk, Damaskus, Ahad (25/01). Dia mengatakan, “Para mujahid Hamas dan perlawanan yang disiapkan dari sekolah keimanan kepada Allah dan pertolongannya, telah mempersiapkan jiwanya untuk perang melawan penjajah Zionis Israel sejak musim panas tahun lalu.”

Abu Marzuq menambahkan, “Lebih dari 5000 hufadz (penghafal al Qur’an) sudah disiapkan dan memersiapkan diri untuk pertempuran yang akan kami menangkan melawan Zionis Israel.” Dia menegaskan ini adalah pertama kalinya pertempuran yang diterjuni para pejuang perlawanan Palestina di medan Palestina dengan penuh keimanan, untuk itu mereka menang.

Abu Marzuq menjanjikan ancaman kepada tank-tank Zionis Israel dalam pertempuran yang akan datang, bahwa perang akan terjadi di luar Jalur Gaza dan sebelum roda-roda besinya menginjakkan tanah Gaza.

Abu Marzuq mengatakan, “Serdadu-serdaduIsrael yang diterjunkan dalam pertempuran di Jalur Gaza dipasang alat pelacak di tubuh mereka untuk menunjukan lokasi keberadaan mereka ketika di disandera.” Dia menambahkan, “Hamas berhasil menyandera 3 serdadu Israel. Namun alat pelacak yang dipakai mengungkap keberadaan sandera dan para penyanderanya. Kemudian pesawat tempur Zionis Israel menggempur lokasinya dan membunuh sandera dan para penyanderanya.”

Dia melanjutkan, “Pertempuran Gaza dimaksudkan untuk menghancurkan perlawanan Palestina. Namun mereka gagal, mereka dan orang yang menginginkan kembali ke Jalur Gaza melalui tank-tank Zionis Israel.” Abu Marzuq menyebut sebagian orang Palestina yang menentang perlawanan sebagai “murtaziqah” kelompok yang mencari makan dari musuh. Kemudian dia mengatakan, “Tidakkah Fatah memiliki jurubicara selain Yaser Abdul Rabih?” Yang disebut terakhir adalah tokoh peetinggi yang sejak agresi Jalur Gaza melontarkan tuduhan dan kecaman terhadap gerakan Hamas dan perlawanan di Jalur Gaza.

Abu Marzuq mengatakan, “Benar kami kehilangan 1500 syuhada. Namun putrid-putri kami dan saudari-saudari kami telah melahirkan 3500 bayi Palestina selama agresi Zionis Israel untuk menggantikan para syuhada yang gugur.” (seto)

Sumber: Info Palestina

Sayap Sosial Hamas Terima Rp 425 Juta dari Masyarakat Indonesia

Tim relawan Indonesia menyerahkan bantuan langsung senilai Rp 425 juta untuk korban perang di Palestina. Bantuan itu diserahkan kepada Latjnah Al Iqhotsa Wa Thawari, sayap sosial Hamas yang membawahi sejumlah lembaga sosial yang ada di Gaza.

Bantuan dalam bentuk tunai itu diserahkan Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD), Rabu (28/1/2008) sekitar pukul 05.00 pagi, atau sekitar pukul 10.00 WIB. Ketua Tim Kemanusiaan DD Naryo Adhiat menyatakan, bantuan itu diterima langsung Ketua Latjnah Al Iqhotsa Wa Thawari, Fuad An Nahal.

“Alhamdulillah, bantuan tahap pertama dari masyarakat Indonesia, sudah bisa disampaikan secara langsung. Penyerahan kita lakukan di kantor mereka di pusat kota Gaza City. Mereka menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut, dan menitip salam kepada masyarakat Indonesia serta mohon doa,” ujar Naryo melalui telepon, Rabu pagi dari Gaza City.

Menurut Naryo, sebelum pemberian bantuan itu, Hamas mengundang tim kemanusiaan DD yang berjumlah dua orang, bermalam di salah satu base camp para pejuang Hamas. Dari tempat itu, terdengar beberapa kali ledakan bom yang bersumber dari pesawat-pesawat tempur Israel.

“Hamas berjanji akan membantu menjaga relawan-relawan dari Indonesia selama berada di Gaza City,” ujar Naryo.

Disebutkan Naryo, setelah penyerahan bantuan dalam bentuk tunai ini, pihaknya akan memberikan bantuan susulan senila Rp 2 miliar. Sejauh ini masih belum ditentukan, apakah bantuan tersebut akan diberikan secara tunai juga, atau dalam bentuk logistik. Beberapa alternatif bantuan antara lain kursi roda dan peralatan medis, serta dukungan pembangunan fasilitas sosial warga Gaza yang rusak dihantam bom dari Israel.

Sumber : www.dompetdhuafa.or.id

Demikian sebagaimana telah diemail oleh dompetdhuafa ke email saya.


Cara Menampilkan File Flash (*.SWF) di Blog

Hosting Gratis untuk File Flash (*.SWF)

Semenjak saya membuat banner Flash (SWF) yang bisa dicopy URL-nya banyak yang bertanya cara menampilkan atau memasang banner flash sendiri dan dimana harus meng-uploadnya. Untuk menampilkan atau memasang file flash kedalam postingan atau widget di sidebar, yang harus kita lakukan pertama kali adalah menyimpan file tersebut ke dalam web yang menyediakan hostingan gratis, yang nantinya file tersebut akan di share ke dalam postingan atau widget di blog kita.

Hostingan gratis yang biasa saya pake adalah www.googlepages.com dan www.geocities.com keduanya bisa meng-upload dan menyimpan file flash yang ber-ekstensi *.SWF. Terakhir dari beberapa yang register di googlepages kesulitan dan tidak bisa, maka pilihan lain yang bisa dicoba di www.geocities.com

1. Buka http://geocities.yahoo.com/ dan Sign In Menggunakan ID Email Yahoo Anda dan passwordnya.


2. Setelah itu klik Tombol Sign Up atau Klik Geocities Free.


3. Selanjutnya isi beberapa pertanyaan yang diberikan, kemudian masukan verify code, lalu klik tombol submit.


4. Kemudian Klik Build your website now !


5.Kemudian klik tombol Manage


6. Lalu klik File manager



7. Kemudian Klik Open File Manager


8. Langkah berikutnya pada Easy Upload Klik tombol Telusuri, pilih file flash yang akan di upload, klik tombol Open, kemudian klik tombol Upload files. Tunggu beberapa saat.


9. Setelah file berhasil di upload kemudian klik File Manager untuk melihat file yang telah di upload tadi dan jika perlu klik refresh file manager.

Di sini sudah kita bisa lihat file-file yang kita upload. Dan klik View untuk melihat URL-nya.

10. Dan file sudah bisa digunakan dengan cari copy paste URL-nya dari browser tersebut.

Mudah kan? nah selamat ngeblog ya!


Tuesday, 27 January 2009

Free Animasi Flash: Iklan Masyarakat


Banner Pemilu: KAMPANYE DAMAI PEMILU 2009 (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Pemilu: PARTAI BOLEH BEDA (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Jam: BLOGGER INDONESIA (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner No Smoking: STOP MEROKOK (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner No Smoking: Jangan Main Api (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Hikmah: Kuda Perjuangan (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: Luruskan Perjuangan (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner: SAVE PALESTINE (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Link: SEPUTAR BALI(SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Anda tidak perlu repot memikirkan membuat code-codenya. Anda tinggal copy codenya dan paste ke elemen html widget blog anda maupun dalam postingan artikel anda. Gampang kan...

Tersedia banner animasi flash (swf): pemilu damai, save palestina, no smoking, jam blogger, ukhuwah dalam jama'ah dan banner animasi lainnya. Nantikan banner cantik berikutnya. Dan terima kasih atas kunjungannya.

BAGAIMANA CARA MEMASANGNYA?
Anda bisa memasang Banner tersebut di blog Anda, baik dipostingan maupun di widget/gadget blog Anda.

Caranya, dengan copy code/script di atas. Kemudian Add Element/Add Gadget pilih TEKS atau HTML, kemudian paste code/script yang telah Anda copy tadi.

MENGATUR UKURAN DAN WARNA BACKGROUND?
Apabila ukuran animasi kurang pas dengan tampilan blog Anda. Maka ukuran bisa Anda sesuaikan dengan merubah ukuran panjang dan lebarnya, yaitu width dan height pada code/scriptnya.
Contoh : width="500" height="125". Adalah ukuran dengan Lebar=500px, dan tingi=125px rubah angka tersebut (warna merah) sesuai ukuran Anda, heiii... ukuran blog Anda maksudnya.

Warna background dapat Anda rubah sesuai warna background blog Anda. Kode yang menunjukkan warna background adalah "wmode". Contoh: wmode="transparent". Berarti warna background bannernya transparan. Rubah sesuai selera anda misalnya wmode="black'atau wmode="green" bisa juga seperti ini: wmode="#ffffff".

Selamat Mencoba! Dan terima kasih atas kunjungannya...


Sunday, 25 January 2009

Era Politik Aliran Sudah Berakhir?

"Seringkali persoalan agama dijadikan pemicu konflik yang memecah belah bangsa." ungkapnya.

Makassar - Era politik aliran di Indonesia dinilai sudah berakhir. Konstituen dalam Pemilu 2009 diprediksi akan lebih terpengaruh pada kinerja kader dan kredibilitas partai, ketimbang karena sentimen agama atau kelompok tertentu.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dalam acara temu muka Tim Delapan PKS dengan sejumlah tokoh nonmuslim Makassar di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (23/1/2009).

Oleh karena itu, menurut Anis, PKS berhasrat merangkul semua suku maupun agama yang ada di Indonesia untuk memenuhi target perolehan suara 20 persen dalam Pemilu 2009. Saat ini sudah waktunya bagi PKS untuk membuka diri, mengusung isu kemanusiaan tanpa dominasi agama.

"Seringkali persoalan agama dijadikan pemicu konflik yang memecah belah bangsa." ungkapnya.

Selain itu, lanjut Anis, agenda PKS untuk mengusung isu kemanusiaan tanpa sekat apapun dalam persatuan bangsa adalah dengan menghapuskan anggapan awam bahwa partai selalu berorientasi tempat, tokoh, dan warna.

"Seringkali Bali dan Papua disebut sebagai basis partai tertentu, atau Soekarno dan Soeharto merupakan satu-satunya tokoh dari partai selain PKS. Hal tersebut salah kaprah." ucap Anis.

Sekjen PKS asal Sulsel ini juga mengkritik pemeluk agama yang selalu mencari dalil dalam kitab suci untuk saling berperang. "Perang di kalangan umat beragama hanyalah akal-akalan kapitalisme industri senjata," tandasnya.

Sumber: DetikCom


Saturday, 24 January 2009

Rihlah bersama di Nusa Dua dan Uluwatu


Umi, Mas Fadhil dan Adik Zaki


Sedang Makan di dekat pantai Nusa Dua


Mas Januji dan Keluarga


Mas Amri dan Wandi berpose di Uluwatu


Mas Amri dan keluarga (So Sweet)


Tiga Sekawan/Geng (Wandi, Aan dan Ali)


Mas Amri dan Wandi berpose di Uluwatu


Mas Amri dan Istri (Sepayung berdua)


Mas Januji dan Anak di Samping Masjid BTDC Nusa Dua



Mas Amri dan Buah Hati



Istri Mas Amri


Adik Zaki lagi ngapain nih... kok bengong!


Makan malam di Mie pak Karso - Wong Solo


Rizki, Amri, Lia dan Ali


Umi, Abi, mas Fadhil dan Adik Zaki di Dream Land Uluwatu


Abi sekeluarga dan Mas Chandra dan Keluarga


Berenang di pantai Nusa Dua - Bali


Berduaan di Pantai Dreamland (diliatin mas Fadhil dan adik Zaki)


Terjannnngg...................... Main bola di pantai Nusa Dua yang Indah



Ya.... bolanya ilang....


Umi dan adik Zaki


Jangan Berebut ya bli....


Mas Fahil dan Adik Zaki






Berfoto bersama di bukit Dream Land Uluwatu


Bagi-bagi tugas...

Thursday, 22 January 2009

Hasanudin, 15 Tahun Tidak Berdaya Karena Sakit

HASANUDIN,SAKIT 15 TAHUN, NAFKAH MENGANDALKAN ISTRI

Lengkap sudah derita Hasanudin. 15 tahun ia sakit tak kunjung sembuh. Betapa tabahnya ia. Selama 15 tahun itu pula, ia menggantungkan hidup dan nafkah anak-anaknya kepada sang istri tercinta.

Untuk sampai ke rumah Hasanudin di perlukan waktu 15 menit dari kota Karangasem dengan jalan yang berliku di tengah pematang sawah. Rumah keluarga ini cukup terpencil letaknya. Bahkan ia tidak mempunyai tetangga di sekitar rumahnya.

Hasanudin hidup bersama seorang istri dan 2 orang anak ditambah adik kandungnya yang bernama Sanusi. Walaupun usia Sanusi terus beranjak tua, namun ia belum menikah karena alasan ekonomi. Ketika ditanya dirinya pun dia tidak mau menikah.

Hasanudin sendiri saat ini sudah tidak bisa lagi berkerja, karena sejak 15 tahun lalu dia mengalami sakit pada tenggorokannya. Beberapa penyakit lain yang diidapnya juga terus menggerogotinya. Maka yang menjadi tumpuan hidup keluarga tersebut adalah Sulihat, istrinya. Wanita setia tersebutkarena desakan keadaan akhirnya emikul beban dan tanggung jawab sebagai ‘kepala keluarga’. Sehari-harinya Sulihat bekerja sebagai buruh tani, dengan mengharapkan upah dari para petani lain yang tanahnya dibersihkan atau di cangkul. Karenanya, penghasilanya menjadi sangat tidak menentu.

Menyelamatkan Pendidikan Anak
Bagi Hasanudin, terutama Sulihat yang memang bekerja keras mencari uang, menyelamatkan pendidikan anak-anaknya merupakan tanggung jawab moral orang tua yang harus dipenuhi. Walaupun keluarganya orang tak punya, ia berharap pendudukan Faturahman dapat terus ditempuh hingga ke jenjang yang lebih tinggi.Fatur yang merupakan anak laki-laki pertamnya saat ini masih bisa sekolah di kelas 3 SDN 11 Karangasem.

Bukan karena ada tabungan lantas bisa menyekolahkan anaknya, tapi Fatur bisa sekolah karena mendapat bantuan dana "BOS" dari pemerintah. Jika tidak, mungkin Fatur akan bernasib seperti Nur Hidayati. Adik kandung perempuannya itu bernasib kurang beruntung. Saat kelas tiga Sekolah Dasar, dan ketika itu dana BOS belum muncul, Nur berhenti sekolah. Alasanya sudah bisa ditebak bagi keluarga Hasanudin ini: tak ada uang untuk membiayai Nur Hidayati! Nur yang mulai menjadi remaja itu akhirnya pasrah, setiap hari membantu ibunya sebagai buruh tani dengan ikut mencangkul sawah orang lain. Masa depannya terlihat samar.


Tersengat Kala jengking
Ketika tim kami berkunjung kerumah Hasanudin, Sulihat - istrinya sedang sakit, tangannya tersengat kalajengking.
“Biasanya istri saya dari pagi sampai sore tidak ada di rumah karena keliling menjadi buruh tani. Tapi karena tangannya tersengat kalajengking dan dia tak sanggup menahan rasa sakit akibat sengatan itu, mau nggak mau akhirnya dia sementara diam di rumah.” Tutur Hasan.

Seolah menguatkan pernyataan sang suami, Sulihat pun bercerita tentang sengatn kalajengking itu. “Saya tidak bisa menahan sakit ketika tangan saya disengat ketika mencari kayu bakar. Sampai-sampai saya menangis akibat sengatan itu.” Ungkapnya. “Seandainya saya bisa menahan sakit, mungkin sekarang ini saya tidak tinggal diam di rumah karena harus mencari nafkah keluarga.

Dalam hal mencari nafkah, Sulihat juga dibantu Sanusi. Sanusi biasa berkerja sebagai buruh apa saja. Terkadang menjadi buruh panjat pohon kelapa, atau buruh bangunan. Semua hasil jerih payah mereka, digunakan untuk bertahan hidup.

Rumah Huni yang Tak Layak
Tak hanya susah mencari uang untuk biaya hidup, keluarga Hasanudin pun tinggal dalam sebuah rumah tua dan rapuh. Mungkin lebih tepat disebut gubuk, memperihatinkan!
Rumah yang dihuni itu hanya berupa 1 kamar dengan dinding rumah belakang terbuat dari tanah liat yang sudah roboh. Dinding sampingnya pun tampak retak-retak akibat gempa 5 tahun lalu yang sampai saat ini belum bisa di perbaiki. Demikian juga dengan atap rumahnya yang terbuat dari seng yang sudah berkarat. Sebagian atap seng didapat dari rongsokan pemberian mertuanya. Ketika hujan tiba, kebocoran atap menjadi langganannya.

Tak hanya itu, lantai kamarnya masih terbuat dari tanah alias beralaskan bumi. Ia mempunyai teras rumah ukuran 1 x 3 meter yang sudah di semen. Namun semen itu merupakan sumbangan ketika gempa usmh terjadi 5 tahun silam yang hanya mendapat 1 zak semen. Walaupun begitu, ia berusaha tegar atas penderitaan yang ia alami.

Hasanudin berharap ada dermawan yang bisa membantunya keluar dari kemiskian saat ini. Ia menyerahkan kepada Tuhan melalui DSM dan Koran Tokoh agar harapannya itu bisa terwujud. Adakah yang bisa membantu?

(Dimuat dalam majalah 'Madani' DSM Bali dan Koran Tokoh).


Sunday, 18 January 2009

SONG FOR GAZA: "We will not go down"





Gaza boleh dibakar. Demikian juga masjid, rumah, dan sekolah. Pada saat bersamaan, para pemimpin dunia memperdebatkan siapa yang salah dan siapa yang benr.

Jalur diplomasi yang ditempuh, hanya menghasilkan kesia-siaan. Sebab, bom-bom tetap dijatuhkan bagaikan hujan asam. Wanita dan anak-anak dibunuh setiap malam.

Tapi, melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit, Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah kepulan asap. Pejuang Palestina tak akan menyerah melawan kekejaman negara Zionis itu. Semangat yang tak pernah mati.

Itulah cuplikan lagu Michael Heart, musisi asal Los Angeles, Amerika Serikat (AS), yang mendedikasikan lagunya itu untuk rakyat Gaza. Berbeda dengan album pop-rock sebelumnya, seperti Unsolicited Material yang dirilis Maret 2008, lagunya kali ini dapat diperoleh gratis melalui situsnya, www.michael-heart.com.

Sebagai gantinya, gitaris yang bermukim di Los Angeles sejak 1990 itu meminta siapa siapapun yang mengunduh lagu yang dibuat Januari 2009 itu agar menyumbangkan dana kepada rakyat Palestina. Dana tersebut langsung bisa disumbangkan ke salah satu yayasan atau organisasi sosial yang membantu rakyat Palestina.



Ini Pesan yang di tulis Michael Heart di situsnya.

Dear friends,

I have been overwhelmed by the warmth and the friendship you have all given me in response to my song for Gaza, "We Will Not Go Down". I am doing my best to go through your numerous messages, emails and comments, and ask you to kindly bear with me until I am able to do so. Please forgive me if I am not able to respond to each and everyone of you; but please also know that I really appreciate your messages.

My original intention to donate proceeds from the sale of the MP3 to charity has been complicated by technical matters; therefore, I have decided to make the song available free of charge. I would like to request that after
downloading the song from this page, you kindly donate directly to a charity or an organization dedicated to alleviate the suffering of the Palestinian people. Worthy of note is UNWRA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), which has been helping Palestinian refugees since their dispossession in 1949. Please click here to donate through them: http://www.un.org/unrwa/

Thank you for your continued encouragement of my work as a musician, for your purchases of my CD, and for spreading the song, the video and the message as you have been doing. I am grateful for every demonstration of support I have received from you, and for every thought and prayer that has gone to the people of Gaza.

Sincerely,

Michael Heart


Politik Penjegalan Menjelang Pemilu

Kejutan besar terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Dua orang tokoh partai politik (parpol), yaitu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, dan seorang calon presiden (capres), Rizal Ramli, terancam masuk bui.

Di tengah kesibukan mereka menghadapi persiapan pemilu, kedua tokoh ini justru harus berhadapan dengan persoalan hukum. Tifatul dijerat polisi dengan dugaan melakukan pidana kampanye, sedangkan Rizal Ramli diduga terlibat dalam kerusuhan saat demonstrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Penetapan kedua tokoh ini sebagai tersangka menjelang pemilu menimbulkan tanda tanya besar. Murnikah penetapan mereka sebagai tersangka karena terlibat pidana? Ataukah ini langkah politis menjegal lawan politik?

Tudingan ini merupakan langkah politik karena partai dan tokoh ini sinarnya mulai moncer. Kekuatan PKS sat ini bisa dikatakan menjadi salah satu parpol yang akan eksis di pemilu 2009. Sementara itu, manuver politik Rizal Ramli mulai mendapat sambutan sejumlah parpol.

Dijadikannya Ketua Komite Bangkit Indonesia, Rizal Ramli dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring sebagai tersangka, merupakan salah satu ciri manuver pembungkaman politik khas orde baru (orba).

Hal tersebut diungkap Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman dalam pesan singkat yang diterima okezone di Jakarta, Sabtu (17/1/2009).

Mempertahankan kekuasaan dengan cara antidemokrasi, sangatlah merugikan dan merusak pembangunan demokrasi di Indonesia. Fadjroel mengimbau, agar masyarakat waspada dan melawan politik anti demokrasi.

Karena cara politik seperti yang dilakukan terhadap Tifatul dan Rizal, dinilainya dilakukan para orang-orang yang memiliki paham orde Baru ini.

"Publik harus waspada dan melawan politik antidemokrasi para Orba-is ini," tegasnya. (Lihat di okezone)

Pengamat politik UI, Boni Hargens, mengungkapkan hal yang sama. “Penetapan status tersangka Rizal Ramli dan Tifatul Sembiring menjadi skenario politik untuk membungkam lawan-lawan politik yang bakal menjadi pesaing di Pilpres 2009,” kata boni.

Politisi yang melakukan pengganjalan dengan cara ini, ungkap Boni, tidak akan mendapat dukungan rakyat. Menurutnya, masyarakat sudah cukup bisa mengerti atas persoalan penetapan tersangka Tifatul dan Rizal.

Dalam negara-negara yang menganut paham demokrasi, aksi massa seperti yang dilakukan Rizal Ramli dan Tifatul Sembiring sama sekali tidak bertentangan. Dalam alam demokrasi dan reformasi, semua orang bebas menyatakan pendapatnya.

Jika sampai Rizal Ramli atau Tifatul Sembiring diadili karena perbedaan pendapat, berarti pemerintah sudah menzalimi mereka. Ini akan menjadi ancaman bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

Model penjegalan, seperti ini merupakan bentuk penjegalan yang kasar. ”Kalau tidak ada rekayasa, tidak mungkin keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” papar dia. Langkah ini kontraproduktif. Penjegalan seperti ini justru akan membuat simpati kepada dua tokoh ini semakin membesar.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, menilai kasus yang membelit Rizal Ramli dan Tifatul Sembiring sama-sama aneh. Keduanya diperiksa hanya kurang dari tiga bulan menjelang Pemilu.

"Saya melihat kuat adanya keanehan pada pemeriksaan Pak Tifatul dan Rizal Ramli oleh kepolisian," kata salah satu Ketua Dewan Pengurus Pusat PDIP itu dalam diskusi Dialektika Demokrasi "Kebijakan Penurunan BBM: Politik Lipstik" di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Januari 2009. "Kenapa timing-nya sekarang semua?

Para calon presiden itu diperiksa hanya 2 bulan menjelang pemilu legislatif," kata Maruarar. Seharusnya, kata Maruarar, penegak hukum jangan tebang pilih. Ada berbagai masalah hukum di sekitar istana yang belum disentuh. "Kalau mau melakukan sesuatu dengan benar, seharusnya dimulai dari hulu," katanya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid, menganggap tindakan polisi menjadikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, sebagai tersangka sangat aneh. "Jadi, sangat aneh kalau apresiasi (terhadap Indonesia) yang tinggi di mata dunia, di Indonesia (yang berdemonstrasi) malah diajukan sebagai tersangka di kepolisian," kata Hidayat.

Hidayat meminta pemerintah atau polisi mendudukkan masalah demonstrasi PKS ini sesuai proporsinya. "Jelas sekali, acara demostrasi besar itu memang bukanlah dimaksudkan untuk kampanye, tapi sesuai dengan izinnya yaitu dalam rangka untuk demostrasi guna memberikan solidaritas kepada bangsa Palestina," kata Hidayat dalam jumpa pers di gedung MPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2009.

"Kalaupun ada bendera partai yang dibawa, sekarang kan bendera partai ada di mana-mana, di jalanan, di tol, di pohon-pohon, di papan-papan reklame -- semua dengan nomornya masing-masing, dan tidak ada yang mempermasalahkan itu," kata Hidayat.

Hidayat lalu mengharapkan permasalahan ini jangan sampai menjadi sesuatu yang aneh di mata dunia. Kelompok yang melakukan demo besar-besaran membantu bangsa Palestina dalam menolak kejahatan perang Israel yang diapresiasi dengan baik oleh dunia, di Indonesia malah diajukan menjadi tersangka. (lihat di vivanews)

Tudingan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai Kejaksaan Agung bukan merupakan tindak pidana pemilu. Untuk itu, Bawaslu diminta berhati-hati mengkaji kasus ini.

"Kan dia hanya melaksanakan demo di Bundaran HI, dan membawa bendera PKS. Itu bukan pidana dan bukan kampanye terselubung," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga di Kejagung Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (16/1/2009). ( Lihat di okezone)


Makin Solid

Direktur Eksekutif Indo-Barometer, Muhammad Qodari, mengungkapkan, kalau benar ada dugaan langkah ini dimaksudkan untuk menghancurkan citra partai atau politisi yang bersangkutan, ini tidak akan berhasil.

Justru Qidari melihat bahwa penetapan tersangka Tifatul justru akan semakin menguatkan PKS. Diungkapkannya, isu penetapan tersangka Tifatul bisa dimanfaatkan PKS untuk menggaungkan citra partai. PKS akan dilihat publik sebagai parpol yang dizalimi.

“Isu Palestina sangat dekat dengan rakyat Indonesia. Kalau rakyat melihat aksi solidaritas terhadap Palestina disalahkan, justru akan meningkatkan suara PKS,” papar Qodari.

Masyarakat Indonesia, sejak dulu, pro terhadap Palestina. Dengan begitu, masyarakat akan makin simpati terhadap PKS ataupun Tifatul.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, melihat bahwa betapapun gencarnya propaganda politik yang dilancarkan musuh-musuh PKS, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara PKS.

Diuangkapkan,PKS adalah partai yang penuh dengan kader dan pemilih yang loyal. “Jadi, loyalitas pemilih PKS tidak akan luntur gara-gara kasus Tifatul. “Sebaliknya, apabila PKS bisa memanfaatkan momentum kasus Tifatul menjadi isu politik yang efektif, keuntungan berupa melonjaknya perolehan suara PKS menjadi konsekuensi yang diperoleh partai tersebut.

“Jadi, hanya ada dua kemungkinan soal kasus Tifatul, PKS untung atau tidak rugi sama sekali.” Ujar Andrinof.

(Ditulis kembali dari Harian Republika dan beberapa media online)

Wednesday, 14 January 2009

PBB: Israel Penjahat Perang

Navi Pillay, salah satu komisioner Dewan HAM PBB meminta agar segera dibentuk tin penyelidik independen terhadap Israel, atas dugaan Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresi militernya ke Jalur Gaza. Secara khusus, Navi menyebutkan kasus pembantaian yang dilakukan pasukan Zionis terhadap 30 warga sipil Palestina dalam sebuah rumah di Gaza Tengah.

“Saya sangat peduli dengan pelanggaran-pelanggaran hukum internasional. Insiden-insiden semacam ini, harus diselidiki karena menunjukkan beberapa elemen kejahatan perang,” kata Pillay.

Ia melanjutkan, “Pasukan militer punya tanggung jawab internasional dalam posisi mereka, yaitu melindungi warga sipil dan bukannya membunuh warga sipil. Tentara-tentara itu juga punya tanggung jawab untuk menolong warga sipil yang luka-luka.”

“Dalam kasus ini, anak-anak dalam kondisi tak berdaya dan ada tentara di dekat mereka,”
sambung Pillay

Pillay menyerukan investigasi terhadap agresi Israel ke Jalur Gaza dalam sidang khusus Dewan HAM PBB yang membahas krisis Gaza. Dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya.

Pillay juga menegaskan, melihat banyaknya korban di kalangan sipil terutama anak-anak, serangan Israel ke Jalur Gaza sama sekali tidak bisa diterima. Belum ada keputusan apakah Dewan HAM PBB akan melakukan penyelidikan itu dan menyeret Israel ke pengadilan HAM internasional. (ln/prtv/em/ut): dakwatuna.com

Tuesday, 13 January 2009

Potensi UKM di Bali

Di dalam Harian Sinar Harapan tahun 21 Oktober 2006, disebutkan bahwa Ketua Bidang UKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Supartha Yuma pekan ini di Denpasar menjelaskan, beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi menyebabkan kondisi UKM Bali berada di fase kritis."Bila tidak segera diselamatkan dengan sejumlah terobosan baru dalam beberapa bulan ke depan akan banyak UKM yang gulung tikar," ucapnya.

Hal ini terkait dengan bahan baku, dan pasar yang selama ini sangat tergantung pada pasar Eropa, Amerika dan Asia. Persoalan lain yang kini juga melilit UKM di Bali adalah sulitnya untuk mendapatkan kredit dari perbankan. Saat ini kalangan perbankan sangat hati-hati dalam menyalurkan kredit.

Bagaimana sikap Muslim Bali dengan hal ini?
Jika dilihat dari data Kanwil Depag Provinsi Bali jumlah penduduk yang beragama Islam di propinsi Bali tahun 2007 sesuai pendataan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Bali sebesar 558.515 jiwa. Ini adalah angka yang sangat tinggi. Dan sebagian dari penduduk itu adalah pedagang/ indusri/pelaku pasar.

Jika kita melihat lebih jauh tentang Pulau Bali, atau pernah singgah di Bali pas Hari Raya Idul Fitri. Di situlah akan sangat terlihat bahwa pemain-pemain pasar, pedagang kaki lima dan usaha-usaha mikro (UKM) lainnya terlihat lengang/ sepi, mo cari makan yang berlabel Muslim susah. Karena pada pulang kampung merayakan Idul Fitri. Dari situ nampak jelas bahwa sesungguhnya umat Muslim di Bali banyak yang terjun di bidang wirausaha.

Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan dampak krisis tersebut juga berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat Muslim Bali. Nah, mensikapi hal itu saat ini sebuah Lembaga Sosial yang bergerak di bidang Zakat Infaq Shodaqoh yang cukup dikenal di Bali yaitu DSM Bali menggalakkan koperasi yang diberi nama Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Bina Mandiri.

Koperasi yang bernuansa syari'ah dengan pengelolaan Islami tersebut diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat Bali khususnya umat Muslim.

Adapun Sistem Operasional BMT bina Mandiri tersebut dikelola dengan sistem yang Islami.

Saat ini memiliki 6 tenaga profesional yang bekerja bahu-membahu untuk melayani masyarakat kecil dan memajukan ekonomi Islam. Saat ini masih beroperasi di sekitar Denpasar, karena aset masih kurang jika mau bergerak di sektor yang lebih luas. Namun, jika melihat potensi pasar yang begitu luas, Ustad Tumaji, SE direktur BMT Bina Mandiri mengatakan optimis 2009 mampu meraih market yang cukup luas. Bahkan beliau sepakat dengan timnya mentargetkan tahun 2009 ini insyaAllah akan mampu menembu angka 1 Milyar. Karena dengan begitu, fungsi pemberdayaan masyarakat akan tercapai dan insyaAllah sedikit demi sedikit ekonomi Bali akan pulih dengan menerapkan Ekonomi yang Islami. (Amru Sholihin)


Saturday, 10 January 2009

UNDER THE TREE: Soroti Krisis Lingkungan

Sutradara kenamaan Garin Nugroho menyatakan bahwa film terbaru UNDER THE TREE (di bawah pohon) yang kini digarap lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan.

Selain itu, film layar perak dengan durasi 1,5 jam itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin 'meledak', kata Garin Nugroho di Denpasar, Senin.

Di sela-sela pemotongan tumpeng tanda dimulainya penggarapan film yang sebagian besar pengambilan gambarnya dilakukan di Pulau Dewata, Garin menyatakan keprihatinannya tentang semakin melebarnya krisis sosial dan lingkungan di masyarakat.

Menurut dia, krisis lingkungan terjadi setelah terlebih dahulu diawali dengan munculnya krisis sosial, yakni ketidakberdayaan masyarakat kebanyakan dalam bidang ekonomi.

"Kalau tidak ada daya upaya, tentu perhatian mereka pada lingkungan. Ya...dirusaklah hutan untuk memenuhi kebutuhan," ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Garin menyebutkan, di masa mendatang krisis model ini akan terus meluas jika tidak dilakukan upaya optimal untuk menanggulangi krisis sosial di masyarakat.

"Penanggulangan krisis dan kerusakan lingkungan harus dimulai dari pemecahan masalah sosial," kata jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1980 itu.

Mengingat itu, lanjut dia, masalah sosial dan lingkungan, menjadi begitu penting untuk digunjingkan dan dipersoalkan dalam film UNDER THE TREE, yang pengambilan gambarnya direncanakan selama kurang lebih 20 hari di Pulau Dewata.

Ditanya bahwa UNDER THE TREE mendompleng isu yang tengah digeliatkan pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Garin dengan tegas membantahnya.

"Barangkali PBB yang meniru ide saya, yang sesungguhnya sudah sejak dahulu kala saya ingin menyoroti berbagai hal yang menyangkut kerusakan lingkungan," ucapnya menandaskan.

UNDER THE TREE yang merupakan karya Garin yang ke-10, dalam penggarapannya melibatkan sejumlah artis ibukota, di samping ratusan seniman dan budayawan Bali.

Pengambilan gambar film di Pulau Dewata, antara lain akan dilakukan di kawasan wisata Sanur, Tampak Siring, Karangasem, dan perkampungan seniman Ubud.

"Pengambilan gambar film yang mengetengahkan sosok anak-anak dan perempuan Bali itu, membutuhkan waktu sekitar dua pekan, termasuk dengan menyelipkan adegan pentas magis 'Calon Arang'," katanya.

Film ke-10 itu dikerjakan Garin setelah sutradara yang memulai karirnya lewat film CINTA DALAM SEPOTONG ROTI 1991 itu, sukses besar lewat karyanya yang ke-9, "Opera Jawa", yang mampu menembus kancah perfilman di sejumlah negara. (kpl/rit). Dari sini

Thursday, 8 January 2009

Pemerintah Indonesia: Masalah Inti Palestina adalah Penjajahan

Di tengah derasnya kecaman dunia internasional terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 500 orang, sejumlah negara Barat justru menyatakan bahwa aksi Israel tersebut adalah semata-mata untuk membela diri. Terhadap hal ini, Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menegaskan, hal tersebut keliru dan merupakan upaya untuk menggeser permasalahan.

“Sebagian negara Barat menggeser permasalahan ini sebagai pembelaan Israel terhadap (serangan) Hamas. Justru rakyat Palestinalah yang berhak membela diri,” tegasnya dalam sesi tanya jawab dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri di Departemen Luar Negeri Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2009).

“Masalah inti di Palestina adalah penjajahan Israel atas Palestina. Oleh karena itu solusinya adalah pembentukan negara Palestina merdeka,” tegasnya.

Dijelaskan Menlu, RI senantiasa menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan. “Anjuran kita kepada Hamas agar terbuka dan mau melakukan negosiasi menyangkut masalah Palestina,” imbuhnya.

Seruan serupa ditujukan kepada Israel. “Hentikan agresi, tetapkan gencatan senjata, tempatkan pasukan pengawas gencatan senjata, dan buka kembali dialog,” jelas Menlu.

Sementera itu Israel menggunakan zat berbahaya ketika menggempur warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori “senjata kimia”. Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Inilah bukti kemunafikan negara-negara Barat seperti AS yang tetap memberikan dukungan buta pada Israel meski rezim ilegal itu telah menggunakan senjata kimia berbahaya terhadap warga sipil.

Bedakan dengan sikap AS terhadap Irak, yang merasa perlu menumbangkan Saddam Hussein dan menghancurkan Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal berbahaya. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi ketika Israel yang menggunakan senjata pemusnah massal, AS tidak berbuat apapun untuk menghentikan Israel.(detik/em/ln/prtv/ut)
Sumber: dakwatuna.com