Paket SOP Toko Retail Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Toko Retail Modern.

Key Performance Indicator (KPI)

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : Key Performance Indicator (KPI).

Konsultan SOP Perusahaan

Master SOP adalah Konsultan SOP dan Sistem Bisnis untuk bisnis yang Autopilot.

Paket SOP Garmen / Konveksi

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Garmen / Konveksi.

Paket SOP Resto Modern

Refrensi dan Contoh Lengkap Penyusunan SOP dari Produk Paket Serial Contoh SOP Perusahaan : SOP Resto Modern.

Monday, 27 April 2009

Free Animasi Flash: Jam & Kalender


Banner Jam: BLOGGER INDONESIA (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner Jam: COUNTDOWN RAMADHAN 1430 H(SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: Jam Analog (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:


Banner: Jam DSM Bali (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner: Jam Partai - PKS (SWF & EXE)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini atau Download di sini:


Banner: Jam - Kalender Digital (SWF)
______________________________________________________________

Copy code di bawah ini:

______________________________________________________________

Anda tidak perlu repot memikirkan membuat code-codenya. Anda tinggal copy codenya dan paste ke elemen html widget blog anda maupun dalam postingan artikel anda. Gampang kan...

Nantikan banner cantik berikutnya. Dan terima kasih atas kunjungannya.

BAGAIMANA CARA MEMASANGNYA?
Anda bisa memasang Banner tersebut di blog Anda, baik dipostingan maupun di widget/gadget blog Anda.

Caranya, dengan copy code/script di atas. Kemudian Add Element/Add Gadget pilih TEKS atau HTML, kemudian paste code/script yang telah Anda copy tadi.

MENGATUR UKURAN DAN WARNA BACKGROUND?
Apabila ukuran animasi kurang pas dengan tampilan blog Anda. Maka ukuran bisa Anda sesuaikan dengan merubah ukuran panjang dan lebarnya, yaitu width dan height pada code/scriptnya.
Contoh : width="500" height="125". Adalah ukuran dengan Lebar=500px, dan tingi=125px rubah angka tersebut (warna merah) sesuai ukuran Anda, heiii... ukuran blog Anda maksudnya.

Warna background dapat Anda rubah sesuai warna background blog Anda. Kode yang menunjukkan warna background adalah "wmode". Contoh: wmode="transparent". Berarti warna background bannernya transparan. Rubah sesuai selera anda misalnya wmode="black'atau wmode="green" bisa juga seperti ini: wmode="#ffffff".

Selamat Mencoba! Dan terima kasih atas kunjungannya...


Wednesday, 22 April 2009

Mengikuti Perjalanan Ibnu Batutah Menuju Mekkah

Panas terik, fatamorgana, perampok, dan perang bukanlah halangan untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahakuasa. Bahkan, perjalanan yang keras sejauh 75.000 mil atau 120.000 kilometer tetap ditempuh demi mengikuti perjalanan Nabi Muhammad mengunjungi makam Nabi Ibrahim di Mekkah.

”Kalaupun saya harus mati, biarlah saya mati dalam perjalanan saya ke Mekkah,” kata Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau Ibnu Batutah (1304-1368).

Inilah awal pembukaan film dokumenter Journey to Mecca-In The Footsteps of Ibn Battuta, yang diputar di Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah sejak Sabtu (18/4). Film perjalanan haji terlama menjadi tanda peringatan ulang tahun Teater Imax ke-25.

”Setelah film-film bertemakan keindahan alam dan budaya Indonesia, lalu ilmu pengetahuan dan teknologi, kini kami mempersembahkan film mengenai perjalanan haji yang layak ditonton oleh siapa saja,” kata Purwanto, Manajer Teater Imax Keong Emas, dalam pemutaran perdana film ini, Sabtu.

Film ini memang pantas ditonton oleh semua khalayak, baik bagi umat Islam, baik yang sudah berhaji maupun yang belum, ataupun pemeluk agama lain, karena film ini lebih menyajikan pemandangan alam Timur Tengah dengan sangat indah dan halus, melalui cerita perjalanan yang dilakukan Ibnu Batutah.

Dari layar raksasa berukuran 21,5 meter x 29,3 meter, penonton seolah diajak melintasi padang pasir yang tandus dan panas menyilaukan. Menyaksikan peribadatan menakjubkan saat tiga juta manusia dari seluruh dunia setiap tahun mengelilingi Hajar Aswad.

Sekretaris Jenderal Departemen Agama Bahrul Hayat mengatakan, perjalanan haji Ibnu Batutah tidak ditulis sendiri oleh Ibnu Batutah, tetapi ditulis oleh juru tulis Istana Kesultanan Maroko. Ibnu Batutah adalah pemuda Maroko yang ingin menunaikan ibadah haji karena mimpi.

Kedua orangtuanya sangat mengkhawatirkan dan berusaha mencegahnya mengingat usia Ibnu Batutah masih muda. Namun, keinginannya tidak bisa dibendung dan dicegah. Ayahnya memberikan seekor kuda yang sangat kuat, sedangkan ibunya memberikan pakaian haji, ihram. Pakaian ini yang kelak menyelamatkan dia dari keganasan bandit-bandit di gurun yang panas.

Ibnu Batutah bukanlah ahli geografi yang mengetahui peta dunia. Namun, karena tekadnya yang bulat, dia mampu mencapai Mekkah dengan berbagai kendala.

Perjalanan ke Mekkah ini merupakan awal dari perjalanannya menempuh jarak 5.000 mil mulai dari Tangier, Maroko, Damaskus, Madinah, dan terus ke Mekkah. Medan yang keras dan berbahaya karena rawan gangguan keamanan, melintasi pegunungan dan gurun di Maroko, Gurun Sahara, dan Sungai Nil.

Dari perjalanannya, Ibnu Batutah melihat beragam budaya dan peradaban dari berbagai bangsa yang disinggahinya. ”Peradaban bangsa yang luput dari catatan-catatan sejarah lainnya,” kata Bahrul.

Film dokumenter yang diproduksi Cosmic Picture ini memang tidak menceritakan pengalaman Ibnu Batutah saat dia berinteraksi dengan peradaban bangsa lain. Namun, film ini mampu menyajikan gambaran perjalanan haji yang sangat menuntut kesiapan mental. Kesiapan mental untuk menghadapi segala rintangan yang melelahkan secara fisik maupun mental.

Ibnu Batutah berhasil mencapai Mekkah dalam waktu 18 bulan, beberapa hari menjelang dilangsungkannya musim ibadah haji.

Monday, 20 April 2009

Bicara yang Baik atau Diam

Undzur ma qoola walaa tandzur man qoola – Dengar apa yang dikatakannya dan jangan lihat siapa yang mengatakannya- satu ungkapan lama dari ulama yang sejatinya dimaknai agar kita bersikap kritis terhadap setiap perkataan orang, disisi lain tidak mengambil kebenaran hanya karena memandang kedudukan, status orang yang mengatakannya. Namun, sejalan dengan beragam pemikiran manusia, beragam pula interpretasi terhadap ungkapan tersebut hingga satu titik interpretasi sederhana bahwa tidak perlu melihat siapa yang mengatakannya, karena yang penting adalah apa yang dikatakan orang tersebut.

Satu interpretasi yang salah yang terus bergulir yang kemudian tidak jarang dijadikan alasan pembenaran bagi seorang juru dakwah (da’i) untuk tidak tampil dengan penampilan terbaiknya, karena baginya yang penting apa yang akan disampaikannya penuh nilai dan berbobot.

Anda tentu pernah melihat tukang-tukang obat yang beraksi di tengah keramaian, meski tak pernah belajar teori komunikasi –apalagi kuliah strata satu di fakultas ilmu komunikasi- tapi memiliki kemampuan untuk menyedot perhatian orang banyak hingga rela berdiri untuk sekian lama memperhatikan cuap-cuap si tukang obat. Jual obat belakangan, yang penting orang senang dulu dan betah untuk berlama-lama bersamanya. Bisa jadi kita juga semua tahu bahwa obat yang dijual masih perlu dipertanyakan kualitasnya, juga kemanjurannya, tapi pernahkah Anda mempertanyakan pada diri sendiri, kenapa Anda mau berhenti sejenak untuk memperhatikan tukang obat itu sendiri. Dan tidak jarang, pada akhirnya, ada yang membeli obat tersebut.

Setiap marketing yang handal dan pengalaman, tentu sangat mengerti jawabannya. Prinsip dasar yang dipegang selama ini dalam menentukan keberhasilan marketing adalah “The singer not the song”. Pada umumnya, keputusan untuk membeli suatu barang sangat ditentukan oleh emosi si pembeli. Termasuk misalnya, pembeli merasa senang, suka ataupun sebaliknya terhadap penjual. Setiap penjual yang baik, biasanya memulai dengan dan mampu untuk “menjual” dirinya terlebih dulu sebelum menjual produk. Syukurnya, dalam kerangkan budaya masyarakat Indonesia pada umumnya masih lebih berorientasi pada “siapa yang berbicara”. Sebagai contoh lagu dan penyanyi misalnya, orang kita masih memandang penyanyinya, bukan lagunya. Coba Anda perhatikan di kampung-kampung misalnya, tertulis besar-besar pengumuman, “Hadirilah pagelaran musik, menghadirkan Cucum Cumenah, Artis Top Ibukota”. Anda tidak akan pernah mendapati, judul lagu yang ditulis dalam pengumuman tersebut. Apapun lagunya, kalau yang membawakannya adalah artis top yang sudah kondang dan kesohor bahkan menjadi pujaan, tidak penting lagi apakah lagu tersebut jelek atau bagus.

Jadi, sekedar untuk mengembalikan pemahaman sebenarnya dari ungkapan ulama (bukan hadits) diatas, bahwa setiap kita semestinya kritis terhadap apa yang dikatakan orang. Namun jika masih tetap ada yang “keukeuh” menginterpretasikan hal itu sebagai tidak perlu melihat siapa yang mengatakannya, kali ini, seharusnya dipahami bahwa sesungguhnya masyarakat kita sangat betul memperhatikan siapa yang berbicara. Sebagus apapun, sebaik apapun nasihat yang akan anda sampaikan kepada orang lain, luangkan waktu sejenak untuk sekedar memperhatikan penampilan Anda, dan memperbaiki bagian yang kurang sedap dipandang. Dalam pemahaman yang lebih luas, seperti dijelaskan dalam Surat Ash Shaft ayat 2 dan 3, bahwa sebelum mengatakan sesuatu, semestinya kita sudah melakukannya. Sehingga orang lain akan melihat kita sebagai tauladan, bukan sebagai pembual yang hanya pandai mengajak orang, tapi ianya tetap pada keburukan.

(Bayu Gautama*)

Friday, 17 April 2009

Mensyukuri Nikmat

Begitu kita bangun pada dini hari, terasa badan jadi bugar, semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar, dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. Sekujur badan terbujur lemas, lena menerawang di alam mimpi, istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar, dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba, berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan, apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini, badan terasa gerah, ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia.

Coba kita simak firman Allah, yakni dalam surah Ibrahim ayat 34, Artinya:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”

Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat, nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas.

Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.

Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen, nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.

Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.
Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen, nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.
Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut, maka suhu udara gerah, panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana, dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas, tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Maha Besar Engkau ya Allah .!

Untuk lebih meyakinkan diri kita, apa yang dikemukakan tadi, patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama, bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal, dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan, ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.600 liter udara, atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57.600 liter udara adalah 11.520 liter oxygen murni seharinya.

Berapa besarkah nilai ekonominya?

Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. 40.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. 6.600 per liter.
Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. 6.600 sama dengan Rp. 760.000,- kalau sebulan nilainya menjadi Rp. 22.800.000,-

Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun, 50 tahun atau 60 tahun rata-rata kita semua yang masih hidup, tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar, rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah, begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.

Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman, Allah Subhannahu wa Ta’ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya, Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.”

Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah, (baik offline maupun online) betapa besar karunia Allah kepada diri kita, keluarga kerabat kita, bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya.

Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini, masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki, nikmat berkeluarga, nikmat kebahagiaan, nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.
Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam, kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran, dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata.

Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata, berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan, menghibur orang-orang yang dalam kesedihan, orang yang terkena musibah, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, meyantuni anak-anak yatim dan badan-badan amal lainnya. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk, penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan, ceritakanlah, kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan, ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala.

Realisasi rasa syukur tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia, tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta, dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang Artinya:

“Katakanlah, terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga.”

Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta’ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7, Artinya:

“Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih.”

Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya.

Oleh: Drs. M.D. Hakim, Bba
Dikutip dari sini.


Tuesday, 7 April 2009

HNW Siap Nyapres

"Karena itu PKS harus dimenangkan dulu sebelum mengajukan saya sebagai presiden," urainya.

PK-Sejahtera Online: Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menyatakan, kalau partai memerintahkan, dan umat mengamanahkan, dirinya siap saja jika dicalonkan sebagai capres/cawapres. Hal itu disampaikan Hidayat menjawab pertanyaan warga dalam acara silaturahim ulama, tokoh, dan warga se-Madura di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Arosbaya, Bangkalan, Madura, Minggu (5/2) sore.

Namun dia mengingatkan, sebelum sampai ke sana ada syarat yang harus dipenuhi. Setiap partai atau gabungan partai yang mengajukan capres/wapres harus memiliki suara 25 persen. "Karena itu PKS harus dimenangkan dulu sebelum mengajukan saya sebagai presiden," urainya.

Hidayat mengunjungi Ponpes Al Muhajirin dalam rangka safari silaturahim ke beberapa tokoh di Jawa Timur. Hidayat disambut langsung oleh pimpinan Ponpes KH Hamzah Amjad Munawir. Keduanya sempat bertukar cindera mata. KH Hamzah memberikan sorban berwarna hijau yang langsung dikalungkan ke leher Hidayat. Sementara Hidayat memberikan buku platform PKS.

Selain bertemu dengan pimpinan dan pengurus ponpes, Hidayat juga berkesempatan bersilaturahim dengan ribuan warga Arosbaya yang hadir dalam acara silaturahim itu.

Dalam kesempatan itu, Hidayat menyampaikan jangan sampai Pemilu menjadikan warga bangsa terpecah hanya karena berbeda partai atau berbeda pilihan. "Perbedaan partai, perbedaan pilihan, hendaknya tidak membuat kita terpecah belah," katanya.

"Tidak penting kita berada di mana dan memilih apa. Asal tujuannya untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta memperbaiki bangsa ini, kita berada dalam jalur yang sama," imbuh dia.

Sebelum mengunjungi Ponpes Al Muhajirin, Hidayat sempat bertemu dengan Gubernur Jatim Sukarwo. Pertemuan dilakukan usai kampanye PKS di Stadion 10 November, Surabaya, yang dihadiri oleh sekitar 50 ribu kader dan simpatisan PKS. Pertemuan antarkeduanya dilakukan sambil makan siang di sebuah rumah makan di kawasan Perak, Surabaya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur keduanya mendiskusikan berbagai hal termasuk pelaksanaan pemilu 2009, 9 April mendatang.

Setelah bertemu dengan Pakde Karwo, dengan menumpang kapal ferry, Hidayat dan rombongan menyebrang ke Pulau Madura. Di Pulau Garam itu Hidayat melakukan silaturahim dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bangkalan. Hidayat disambut di Pendopo Kabupaten Bangkalan oleh Sekda Bangkalan Sudarman mewakili Bupati Bangkalan yang sedang ke Jakarta karena urusan keluarga. (tono) .::.

Wednesday, 1 April 2009

Anak Muda Muslim Ambil Alih Masjid Glasgow

Glasgow - Anak muda muslim di skotlandia, kini mulai menguasai Masjid Pusat Glasgow. Para pemuda Muslim itu bertekad memberik peran lebih besar bagi para remaja dan wanita untuk beraktivitas di masjid yang sangat masyhur itu. Selama bertahun-tahun, kelompok muda dan tua berebut pengaruh di masjid itu.

"Kaum tua menganggap ini sebagai ancaman bagi 'kerajaan' mereka," ujar Siddaqat Khan mewakili kelompok muda Muslim. Menurut dia, pengelolaan Masjid Glasgow memerlukan perubahan.

"Masyarakat terus berubah," papar dia seperti dikutip Sunday Herald. Untuk itulah, kata dia, anak muda Muslim kini mengambil alih pengelolaan masjid tersebut.

Kalangan anak muda Muslim telah lama menggulirkan wacana reformasi pengelolaan Masjid Glasgow.

Mereka menginginkan agar masjid juga bisa menjangkau komunitas non Muslim dan bisa berperan dalam mengatasi masalah sosial yang dihadapi Muslim di negara itu, seperti penyalahgunaan obat, kejahatan jalanan, kekerasan dan lainnya.

Saat ini, jumlah pemeluk Islam di Skotlandia mencapai 50 ribu orang atau sekitar satu persen dari total populasi.hri

Sumber: republika, 31/03/09